Rabu, 20 April 2011

YUI - Rain Lyric

待ち合わせの夜 気がついていた鏡の自分に問いかける 白いコートさえない顔 本当は期待してる?タクシーが捕まらないまま国道沿いを急いだah 
Machiawase no yoru ki ga tsuiteita
Kagami no jibun ni toikakeru
Shiroi KOOTO saenai kao
Hontou wa kitaishiteru?
TAKUSHII ga tsukamaranai mama
Kokudou zoi wo
Isoida ah
Aku telah menyadari di malam seharusnya kita bertemu
Aku bertanya kepada cerminan diriku sendiri
Dengan memakai mantel putih dan berwajah tidak tenang
Benarkah aku mengharapkannya?
Saat ku tak bisa memperoleh taksi
Aku bergegas di sepanjang jalan ah...
傘がないなんてよくあることずぶ濡れになって歩いたクリスマスイヴ誰のせいにも出来ないじゃない自分勝手に描いたストーリーほんの少しの幸せだけでいいのアナタハコナイ...
わかってる 
Silent Night
Kasa ga nai nante
Yoku aru koto
Zubunure ni natte
Aruita Christmas eve
Dare no sei ni mo dekinai janai
Jibunkatte ni kaita SUTOORII
Hon no sukoshi no shiawase dake de ii no
ANATA WA KONAI
Wakatteru Silent Night
Seperti biasa
aku tak memiliki payung
Ku menjadi basah kuyup
sepanjang berjalan di malam natal
Aku tak bisa menyalahkan seseorang kan?
Cerita yang kugambarkan sesuai kehendakku sendiri
Meskipun hanya sedikit kebahagiaan pun aku rasa itu cukup
Aku mengerti di malam yang sunyi ini 
kamu tidak akan datang

時計を気にする人は苦手よ失い続けた 記憶がよぎるどうしたって過去は無くせない いつまでも嘆かないで特別じゃないわ何度繰り返しても同じ場所で迷うから
Tokei wo ki ni suru hito ha nigate yo
Ushinaitsuzduketa kioku ga yogiru
Doushitatte kako wa nakusenai
Itsumademo nagekanaide
Tokubetsu janai wa
Nando kurikashitemo
Onaji basho de mayou kara 
Orang yang mengkhawatirkan waktu itu lemah
Terlintas kenangan yang terus menghilang
Bagaimanapun juga masa lalu tak akan menghilang
Sampai kapan pun janganlah mengeluh
Berapa kalipun kuulangi
Aku tidaklah spesial
Karena aku tersesat di tempat yang sama
嘘はないさってウソはやめて真相なんてわからないエピソード傷つく事にも慣れている矛盾だって全部受け止めた すべてを壊す勇気なんてなかった アナタハコナイひとりきりSilent Night
Uso wa nai sa tte
USO wa yamete
Shinsou nante wakaranai
EPISOODO
Kizutsuku koto ni mo nareteiru
Mujun datte Zenbu uketometa
Subete wo kowasu yuuki nante nakatta
ANATA WA KONAI
Hitori kiri Silent Night 
Tidak ada kebohongan
Jadi berhentilah berbohong
Di episode
yang tak kumengerti kenyataannya
Aku pun telah terbiasa dengan hal yang menyakitkan
Walaupun kontradiksi
Aku telah menerima semuanya
Namun aku tidak memiliki keberanian untuk menghancurkan semuanya
Kamu tidak akan datang
Ku sendiri di malam yang sunyi
Show Window
並んだ未来に 夢見ていた
あの頃のように 
Show Window
Naranda mirai ni yume miteita
Ano koro no you ni 
Aku melihat mimpi
Masa depan yang berjajar di Show Window
Seperti saat itu
ぼんやりと映ったCandleに憧れたさよならだね 
Bonyari to utsutta
Candle ni akogareta
Sayonara da ne 
Mengagumi lilin
yang terbayang samar
Inilah perpisahan bukan?

この雨がいつか粉雪になって悲しみをそっと包み込む時新しい希望に出逢うの 
Kono ame ga itsuka
Konayuki ni natte
Kanashimi wo sotto
Tsutsumikomu toki
Atarashii kibou ni deau no 
Hujan ini suatu saat
akan menjadi butiran salju
Saat secara perlahan
aku membungkus kesedihan ini
Aku akan bertemu dengan harapan baru
いつだってHoly Night楽しめた大人ってちょっと 寂しがりだから泣いたっていいんだ 始まりのSilent Night 
Itsudatte Holy Night tanoshimeta
Otona tte chotto Sabishigari dakara
Naita tte ii nda Hajimari no Silent Night 
Aku selalu bisa menikmati Holy Night
Karena orang dewasa sedikit merasa kesepian
Menangis pun tidak apa-apa Inilah awal malam yang sunyi

Jumat, 15 April 2011

Anak Berbakat

Pengertian Anak Berbakat

Pada Seminar Nasional “Alternatif Program Pendidikan Bagi Anak Berbakat” bullan November 1981 dan kemudian juga pada “Seminar Workshop on Program Alternatives for the Gifted and Talented” bulan April 1982 di Jakarta terlah dirumuskan bahwa “yang di maksud dengan anak berbakat ialah mereka yang karena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi”.
Dengan mengetahui segala kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak yang berbakat, nyatalah bahwa kita harus membedakan antara anak berbakat yang sudah berhasil mewujudkan potensialnya dalam prestasi yang unggul ( misalnya prestasi sekolah yang menonjol atau pernah menjadi juara sayembara mengarang atau lomba karya ilmiah ) dan mereka yang potensial berbakat tetapi karena sebab-sebab tetentu belum berhasil mewujudkan potensi mereka yang unggul. Di dalam kelas mereka mungkin hanya berprestasi rata-rata, sedangkan sebetulnya mereka dapat mencapai lebih dari itu. Adapun sebab-sebab mengapa seseorang tidak dapat mewujudkan bakat-bakatnya secara optimal, dengan perkataan lain prestasinya di bawah potensinya, dapat terletak pada anak itu sendiri. Misalnya anak itu tidak atau kurang berminat untuk mengembangkan bakat-bakat yang ia miliki, atau kurang termotivasi untuk mencapai prestasi yang tinggi, atau mungkin pula mempuyai kesulitan atau masalah pribadi sehingga ia mengalami hambatan dalam pengembangan diri dna berprestasi.

Sebab mengapa seseorang tidak dapat mewujudkan bakatnya, dapat terletak pada lingkungannya, misalnya orang tuannya kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dannsarana pendidikan yang ia butuhkan, atau ekonominya cukup tetapi kurang perhatian terhadap pendidikan anak. Biasanya sebab-sebab mengapa seseorang anak menjadi tidak berprestasi sesuai dengan potensinya ( underachiever ) merupakan interaksi antar faktor pribadi anak dan faktor lingkungannya.
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa anak mempunyai bakat-bakat tertentu, hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Yang dimaksud dengan anak berbakat ialah mereka yang mempunyai bakat-bakat dalam derajat yang tinggi dan bakat-bakat yang unggul. Ada anak yang berbakat intelektual umum, biasanya mereka mempunyai taraf intelegensi yang tinggi dan menunjukkan prestasi sekolah yang menonjol. Ada pula yang mempuanyai bakat akademis khusus misalnya dalam matematika atau dalam bahasa, sedangkan dalam pelajaran lain belum tentu menonjol. Ada anak yang intelegensinya mungkin tidak terlalu tinggi tetepi unggul dalam kemampuan berpikir kreatif-produktif. Ada pula anak yang bakatnya dalam bidang olah raga, atau dalam salah satu bidang seni seperti melukis atau musik. Ada anak yang di sekolah tidak termasuk siswa yang pandai, tetapi ia menonjol dalam teman-temannya atau oleh guru selalu dipilih menjadi pemimpin, bakat mereka terletak dalam bidnag psikososial.
Jelaslah bahwa keberbakatan dapat meliputi macam-macam bidang, dapat bersifat umum atau bersifat khusus. Berbakat atau gifted dapat berarti : memiliki kemapuan intelektual umum atau bakat-bakat khusus dalam derajat yang tinggi.
Beberapa ahli cenderung membedakan antara gifted sebagai memiliki bakat intelektual ( umum atau khusus ) dan talent sebagai bakat khusus yang sifatnya non-intelektual, misalnya dalam musik atau melukis.


Karakteristiknya
Salah satu ciri anak berbakat dalam pandangan Paul E. Vemon adalah dorongan rasa ingin tahu secara intelektual ( intellectual curiosity ) yang cukup tinggi pada anak. Tak heran orang tua kewalahan memiliki anak berbakat dengan kekayaan keingintahuan yang besar ini.
Anak berbakat juga mempunyai daya abstrak dan pelanaran besar. Mereka mudah menangkap penjelasan materi sulit dan mempu merangkai fakta, sehingga terbentuk pola hubungan sebab akibat maupun logika berpikir lainnya.
Anak berbakat juga memiliki minat luas, kemampuan dan kesiapan belajar tinggi, konsentrasi dan ketekunan besar dengan sifat tidak mudah putus asa dalam mencari pemecahan masalah.
Anak berbakat perlu dibiasakan berproses kreatif supaya betul-betul menghasilkan produk kreatif secara nyata. Menurut Walas, proses kreatif itu mempunyai 4 tahap yaitu persiapan, inkubasi, ilumasi dan verifikasi. Berikut penjelasan tahap-tahap tersebut : tahap pertama yaitu persiapan, ketika individu mengumpulkan informasi atau data memecahkan suatu problem. Tahap kedua adalah masa inkubasi atau pengeraman, problem tersebut “dierami” di alam prasadar dan seakan-akan melupakan. Tahap ini berlangsung lama dan bisa berlangsung lama dan bisa sebentar sampai timbul inspirasi atau gagasan untuk problem solvingnya. Biasanya pada tahap ini muncul ungkapan seperti : “Aha !, Oh Iya “ dan sepadannya. Sementara pada tahap verifikasi gagasan yang muncul dievaluasi secara kritis dan dihadapkan pada realitas.
Selain itu, ciri-ciri dari pribadi kreatif dapat dibedakan ke dalam ciri kognitif dan non-kognitif. Termasuk ciri kognitif ini adalah empat berpikir kreatif yaitu orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaborasi. Sedangkan yang termasuk ciri non-kognitif yaitu motivasi, sikap, dan kepribadian kreatif. Keduanya sama penting, karena tanpa di tunjang oleh keribadian yang sesuai, kreativitas seseorang tidak dapat berkembang secara wajar begitu juga sebaliknya.
Meskipun demikian, mengenai bakat tidaklah mudah. Bukan saja karena ia bersifat abstrak melainkan juga membutuhkan pengamatan secara intensif. Karena itulah perlu perhatian dari orang tua sejak dini, di antaranya dengan mengetahui ciri-cirinya anak yang berbakat dan kreatif.
Pada saat yang sama marilah kita melihat hasil seminar nasional “Alternatif Program Pendidikan Anak Berbakat “ yang dilaksanakan tanggal,12-14 November1981 di Jakarta. Identifikasi anak berbakat tersebut meliputi ciri-ciri fisik, mental-intelektual, emosional dan ciri-ciri sosial.


1. Ciri-ciri fisik, antara lain :
- Sehat dan perkembangan psikomotorik lebih cepat dari rata-rata, dalam kemampuan koordinasi.


2. Ciri-ciri mental-intelektual, antara lain :
- Usia mental lebih tinggi daripada rata-rata anak normal. Daya tangkap dan pemahaman lebih cepat dan luas.
- Dapat berbicara lebih dini.
- Hasrat ingin tahu lebih besar, selalu ingin mencari jawaban.
- Kreatif.
- Mandiri dalam bekerja dan belajar.
- Mempunyai cara belajar yang khas