Jumat, 15 April 2011

Penemu Kata “Musik”

Tidak hanya di daerah barat sana yang memiliki tokoh yang ahli dalam seni musik, tetapi di daerah timur ini juga memiliki tokoh yang ahli bermusik. Al-Kindi, contohnya. Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais Al-Kindi. Beliau merupakan salah satu tokoh dalam dunia seni musik kontemporer Muslim. Lahir pada tahun 185 H/801 M dari kalangan bangsawan Irak. Dan bisa dikatakan beliau adalah filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. selain bisa berbahasa Arab, ia juga mahir berbahasa Yunani. Dengan kemahirannya dalam berbahasa Yunani tersebut, Al-Kindi menerjemahkan karya-karya filsuf Yunani ke dalam bahasa Arab, seperti: Aristoteles dan Plotinus.
            Al Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik, fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik. Buku yang paling banyak ditulisnya adalah geometri sebanyak 32 judul. Filsafat dan kedokteran masing-masing mencapai 22 judul. Logika sebanyak 9 judul dan fisika 12 judul. Dalam angkatannya, Al-Kindi merupakan orang terpintar dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

            Kata “musik” yang kita kenal saat ini sebenarnya diambil dari nama sebuah buku tentang teori musik oleh Al-Kindi. Nama buku itu adalah “Musiqo Al Kindi”. Al-Kindi juga merupakan orang pertama yang menemukan not-not dalam musiK. Not-not do re mi fa so la si do itu didapatnya dari urutan huruf-huruf hijaiyah.
            Tidak hanya itu, Al-Kindi juga menemukan teori penyembuhan suatu penyakit yang timbul dari kebiasaan seseorang bermain musik. Di dalam bukunya, Al- Kindi mengatakan, orang yang biasa memainkan alat music petik (gitar, bass, kecapi) resiko terkena serangan stroke lebih kecildaripada orang-orang yang terbiasa duduk memainkan alat musik pukul.
            Teori yang mengatakan kalau music dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan otak janin bayi yang masih dikandung ibunya pertama kali ditemukan oleh Al-kindi. Tetapi dia mengatakan, musik itu nomor dua, yang utama tetaplah Al-Qur’an yang dibaca oleh ayah atau ibu yang mengandung janin tersebut. Dan hal ini memang benar dan baru dapat dibuktikan pada masa sekarang ini. Tepatnya, beberapa abad setelah wafatnya Al-Kindi yang wafat pada tahun 873 M.
            Al-Kindi mempunyai peranan penting dalam melestarikan syair dan shalawat. Mulanya, beliau merasa sedihdan khawatir berhubung wafatnyasatu demi satu para generasi tua yang masih hafal dan mempunyai catatan syair-syair shalawat. Oleh karena itu, beliau berinisiatif untuk mencari orang-orang yang masih hafal dan memiliki catatan lengkap tentang syair dan shalawat. Bersama seorang sahabatnya yang juga seorang penyair, Muhammad Isya. Berkat kegigihannya, Al-Kindi akhirnya berhasil menemukan dan mengumpulkan apa yang dicarinya. Walaupun memerlukan waktu bertahun-tahun lamanya.
            Dengan kejeniusannya, Al-Kindi menerapkan nada-nada shalawat yang asli ke dalam alat-alat music yang telah dikuasainya, seperti flute, gambus,gitsr, tifa, seruling dan biola.
            Pertunjukan orkestra pertama kali diadakan oleh Al-Kindi. Tapi orkestra yang pertama kali  diadakannya dipakai untuk terapi pengobatan pasiennya yang mengidap kelainan jiwa. Salah satu pasien Al-Kindi adalah anak laki-laki tetangganya yang menderita lumpuh total. Ayah anak tersebut yang kaya raya menemui Al-Kindi setelah patah harapan tak menemukan hasil meski sudah mendatangi banyak dokter terkenal. Lalu Al-Kindi meminta murid-muridnya memainkan musik di hadapan si anak. Pelan-pelan si anak bisa menggerakkan badan dan berbicara. Cara ini diulang beberapa kali. Namun, karena kondisi kesehatan anak tersebut sudah sangat parah, terapi musik tak mampu menyelamatkan jiwanya. "Anakmu sudah menemui takdirnya, tak ada seorang pun yang bisa memperpanjang usianya," ujar Al-Kindi kepada ayah anak tersebut.
            Al-Kindi bukan hanya satu-satunya tokoh dalam dunia seni musik kontomporer Muslim. Contoh lainnya ialah Al-Farabi. Sebenarnya masih banyak tokoh lainnya. Jadi, sebagai Muslim, kita harus bangga dan tidak rendah diri akan jati diri sebagai seorang muslim.

Selasa, 12 April 2011

Chemistry Add-in for Word


Empowering students, teachers, and chemists to easily author documents in the language of chemistry is at the heart of the Chemistry Add-in for Word.  Every discipline has its own language. And being able to communicate and collaborate in a discipline-specific language is essential to scientific research, especially in an environment characterized by staggering volumes of data.  In chemistry, not only is there a specific language, but a specific language with specific symbols and conventions.  By giving these symbols meaning, the Chemistry Add-in for Word is also enabling chemistry documents to easily convey this meaning across technologies and file formats.

The product of a collaboration between Microsoft Research, and the Unilever Centre for Molecular Science Informatics at the University of Cambridge, the Chemistry Add-in for Word makes it easier for students, chemists and researchers to insert and modify chemical information, such as labels, formulas and 2D depictions, from within Microsoft Office Word. It harnesses the power of Chemical Markup Language (XML for chemistry), making it possible to not only author chemical content in Word, but also to include the data behind those structures.  Put simply, the Chemistry Add-in for Word and Chemical Markup Language help to makes chemistry documents open, readable and easily accessible, not just to other humans, but to other technologies as well.

Rabu, 06 April 2011

Tsuki no CURTAIN-Aqua Timez

Pertama dengarin lagu karya Aqua Timez ini, aku sudah mulai menyukainya. Apalagi yang pertamanya. Kaya'nya aneh kalau aku bilang lagunya lucu. Tapi menurutku memang seperti itu. Apalagi ditambah dengan suara Futoshi. Benar-benar klop banget!! 
Salah satu hal yang membuatku suka dengan lagu ini adalah katanya yang kaya' diulang-ulang. Contohnya "osanai hi no kioku ga PORO PORO". Jadi makin asyik dengarin lagunya.
Aqua Timez - Tsuki no CURTAIN Lyric

Ato sukoshi, sukoshi dake soba ni ite hoshii
Sore dake ga tsutaerarenakatta

REMON mitai ni suzushige ni hikaru
Tsuki wo miage nagara aruite itara
Amazuppai itami ga koboreta
Dare no tame tte wake de wa nakatta kedo
Dareka no okage de ima no jibun ga aru nda shi
Nagai kawa mo oyoide koreta

Kami sama ga kimagure de narabeta hibi wo
tada sugishite kita wake jyanai
Doryoku mo shita yo demo SAYONARA tte kowai na

Ato sukoshi, sukoshi dake soba ni ite hoshii
Kotoba wa kaze ni kiete shimau kedo
Kono te wa itsu no hi datte kimi ga nigirikaeshite kureru
Sono te no nukumori ni yotte mata yuuki wo omoidashi
Hikari wo tsukamu no desu, ashita wo tsukamu no desu

REMON mitai ni tsumetaku hikaru
Tsuki no shita wo utsumuki nagara aruite itara
Osanai hi no kioku ga PORO PORO
Kodomo no koro no "Bye Bye" wa
"mata ashita aou ne" tte imi datta no ni naa
Tenkou shinai kakiri zutto

haiiro no kisetsu ga aru koto wo shitte
Sora ga donna ni aokutemo
Waraenaku tte naku koto mo dekinaku tte

Ato sukoshi, sukoshi dake tsuyoku naretara
Osorezu ni kizutsuite yukeru kana
Namida wa kakusu you ni to oshierarete kita bokura wa
Tsuyogaru koto dake wo oboete tsuyoku aru koto no imi wo
Nage sutete Shimatta nda

Ato sukoshi, sukoshi dake soba ni ite hoshii
Kotoba ni suru to danjyun dakedo
Kono te wa itsu no hi datte kimi ga nigiri kaeshite kureta
Sono te no yukumori ni yotte mata yuuki wo omoidashi
Hikari wo tsukameta no desu, ashita wo tsukande koreta no desu

Ato sukoshi, sukoshi dake soba ni ite hoshii
Sore dake ga tsutaerarenakatta